6 Gerak Pada saat pemberian materi, guru berdiri di dekat siswa sehingga lebih banyak terjadi interaksi antara guru dengan siswa. Komunikasi yang terjalin juga lebih dekat. Ketika pemberian tugas atau pelaksanaan praktik, maka guru duduk dan berkeliling kelas untuk mengecek praktik yang telah dilakukan oleh siswa. 7.
Apalagijika sekolah baru berdiri dan belum banyak program untuk kegiatan pembelajaran, agenda guru serta perkembangan kurikulum pendidikan di TK/PAUD. Contoh Program Kerja Tahunan PAUD/TK Tahun Pelajaran 2019/2020 ini merupakan file terbaru yang akan saya bagikan pada kesempatan kali ini.
Untukitu penulis mengharapkan kritik dan saran demi penyempurnaan skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan Kisi-kisi instrumen validasi untuk ahli guru Tabel 3.6 : Skala likert Tabel 3.7 : Konversi kuantitatif ke data kualitatif skala likert Lembar instrumen penilaian guru TK Al-Hidayah Lampiran 12. Foto
Kritikdan saran dari Bapak/Ibu akan sangat bermanfaat dalam perbaikan dan peningkatan kualitas e-modul ini. Atas perhatian dan ketersediaan Bapak/Ibu untuk mengisi instrumen ini, saya mengucapkan terimakasih. Petunjuk Pengisian : 1. Evaluasi ini terdiri dari: aspek isi, aspek kebahasaan, dan aspek sajian 2. Jawaban dapat diberikan pada kolom
Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. Kritik dan Saran untuk Sekolah – Ketika kita berada di lingkungan sekolah, terkadang muncul sebuah kritik terkait hal-hal yang kurang baik di sekolah. Mungkin tentang sarana dan fasilitas yang terbatas, ruangan kelas yang tidak nyaman, peraturan yang terlalu longgar, dan berbagai hal lain yang memang perlu dikritik. Perlu diingat kembali, jika kita ingin menyampaikan sebuah kritik tentang keburukan atau suatu persoalan, maka kita juga perlu menyiapkan saran yang berisi solusi atas permasalahan tersebut. Selain itu, kritik haruslah sesuai dengan fakta yang ada dan saran harus terkait dengan apa yang dikritik. Nah pada kesempatan kali ini, kita akan membahas semua contoh kritik dan saran untuk sekolah yang tujuannya untuk memperbaiki dan mendukung kemajuan sekolah. 1. Fasilitas Olahraga Kurang Memadai Kritik Fasilitas untuk olahraga di sekolah ini kurang memadai. Hal tersebut ditunjukkan dengan tidak adanya lapangan tenis, lapangan bola basket, lapangan bola voli, hingga lapangan sepak bola. Saran Sebaiknya pihak sekolah mengalokasikan dana untuk pembangunan fasilitas olahraga demi mendukung minat siswa serta memajukan olahraga sekolah. Nah kritik yang pertama ini mengenai fasilitas olahraga sekolah yang kurang memadai, seperti lapangan sepak bola, lapangan basket, hingga lapangan tenis. Padahal fasilitas olahraga ini sangat penting keberadaannya dan juga disukai oleh sebagian besar siswa. Selain itu, fasilitas olahraga juga penting untuk memajukan minat dan bakat siswa dalam bidang olahraga. Untuk itu, kritik tentang kurangnya fasilitas olahraga perlu dilengkapi dengan saran terkait pembangunan fasilitas olahraga dari pihak sekolah. 2. Tidak Ada Sanksi bagi Siswa yang Terlambat Kritik Tidak adanya sanksi bagi siswa yang datang terlambat, hal ini menciptakan kebiasaan siswa datang terlambat dan tidak disiplin. Saran Saran dari saya, pihak sekolah perlu memberikan sanksi bagi siswa yang telat masuk sekolah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dan mendorong siswa untuk datang ke sekolah tepat waktu. Jika kita melihat sekolah yang tidak memberikan sanksi atau hukuman bagi siswa yang datang terlambat, maka kita bisa mengkritik sekolah untuk tegas dan membuat peraturan terkait hal tersebut. Oleh sebab itu, saran yang tepat adalah sekolah perlu memberi sanksi terhadap siswa yang terlambat untuk menciptakan kedisiplinan. 3. Banyak Meja dan Kursi yang Rusak dan Belum Diganti Kritik Fasilitas pembelajaran berupa meja dan kursi banyak yang telah rusak dan tidak layak pakai. Namun pihak sekolah belum menggantinya yang baru, sehingga mengganggu kegiatan belajar siswa. Saran Saran saya, sekolah perlu memperhatikan kondisi sarana pembelajaran seperti kursi dan meja. Jika ada yang rusak dan tidak layak dipakai, sekolah perlu secepatnya mengganti yang baru. Ada juga kritik saran mengenai kondisi meja dan kursi di kelas yang tidak nyaman dipakai karena sudah rusak. Hal ini merupakan tanggung jawab pihak sekolah untuk mengganti yang baru, sehingga kegiatan belajar siswa tidak terganggu. 4. Kamar Mandi Sekolah Sudah Tidak Layak Kritik Kamar mandi sekolah sangat tidak nyaman digunakan karena sudah rusak dan tampak sangat kotor. Saran Sekolah perlu mengalokasikan dana untuk membangun kamar mandi yang baru, sehingga lebih nyaman dan layak digunakan siswa. Kadang juga kita melihat kondisi kamar mandi atau toilet sekolah yang memprihatinkan dan sangat tidak layak. Kita bisa mengeluarkan kritik tentang kondisi kamar mandi tersebut, kemudian menyertakan saran untuk meminta sekolah membangun kamar mandi yang baru demi kenyamanan siswa. 5. Jumlah Tempat Sampah di Sekolah Sedikit Kritik Tempat sampah yang ada di sekolah ini sangat sedikit. Hal tersebut membuat siswa sering buang sampah sembarangan. Saran Saran saya, sekolah perlu menambah jumlah tempat sampah. Lebih bagus lagi jika tiap kelas diberi satu tempat sampah, sehingga siswa tidak buang sampah sembarangan. Tempat sampah yang jumlahnya sedikit di sekolah bisa menimbulkan kebiasaan buang sampah sembarangan. Oleh sebab itu, kita bisa mengeluarkan kritik dan saran terkait penambahan jumlah tempat sampah, sehingga siswa terbiasa membuang sampah pada tempatnya. 6. Guru Sering Terlambat Masuk Kelas Kritik Sering kali guru telat masuk kelas, padahal jam pelajaran sudah dimulai. Saran Saya rasa, pihak sekolah perlu memberlakukan peraturan ketat kepada guru supaya guru lebih disiplin dalam mengajar. 7. Tidak Ada Kelengkapan Audio Visual di Kelas Kritik Sekolah ini tidak menyediakan perlengkapan audio visual berupa proyektor dan speaker, padahal pembelajaran secara visual cukup penting untuk memudahkan siswa memahami materi pelajaran. Saran Saran saya, sekolah perlu menyediakan proyektor dan speaker untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar yang modern dan efisien. 9. Ruang Kelas Tidak Ada Pendingin Ruangannya Kritik Ruang kelas terasa sangat panas dan tidak nyaman untuk kegiatan belajar-mengajar karena tidak ada pendingin ruangannya. Saran Setidaknya pihak sekolah melengkapi pendingin ruangan di tiap kelas seperti kipas angin, sehingga ruangan lebih nyaman untuk belajar. 10. Lingkungan Sekolah Tidak Terawat karena Pegawainya Sedikit Kritik Lingkungan sekolah seperti taman dan lapangan terkesan tidak terawat. Saran Saran saya, sekolah perlu menambah pegawai untuk diberi tugas dalam menjaga lingkungan sekolah. 11. Wifi Sekolah Sangat Lambat Kritik Layanan wifi di sekolah ini sangat lambat, padahal siswa membutuhkan koneksi internet yang cepat untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Saran Saya rasa pihak sekolah perlu meningkatkan kecepatan wifi sekolah, sehingga cukup untuk diakses siswa sekolah yang jumlahnya sangat banyak. 12. Pembayaran SPP Belum Bisa Via Bank Kritik Pembayaran SPP sekolah kurang efisien karena belum mendukung pembayaran via bank. Saran Saran saya, sekolah perlu menyediakan pembayaran SPP melalui bank, sehingga siswa lebih mudah dan efisien dalam membayarnya. 13. Buku Perpustakaan Sekolah Sangat Sedikit Kritik Buku yang ada di perpustakaan sekolah ini sangat sedikit, hal tersebut mengurangi minat siswa untuk berkunjung ke perpustakaan. Saran Sekolah perlu menambah jumlah buku di perpustakaan, sehingga minat baca siswa dapat meningkat. 14. Keluhan dan Masukan dari Siswa Sering Diabaikan Kritik Sekolah kurang merespon keluhan dan masukan dari siswa. Pihak sekolah juga sering mengabaikan permasalahan-permasalahan penting yang diadukan siswa. Saran Saya harap pihak sekolah lebih peduli terhadap masukan serta keluhan dari siswanya. Terlebih lagi jika keluhan dan masukan tersebut terkait dengan permasalahan penting di sekolah. 15. Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan Warga Sekolah Kritik Kebiasaan buang sampah sembarangan yang dilakukan siswa semakin marak. Hal tersebut membuat lingkungan sekolah terlihat sangat kotor. Saran Pihak sekolah perlu membuat aturan dan sanksi terkait kegiatan buang sampah sembarangan yang dilakukan warga sekolah demi menciptakan lingkungan yang bersih. 16. Kurangnya Dukungan Sekolah dalam Ekstrakulikuler Kritik Pihak sekolah terkesan kurang mendukung ekstrakulikuler yang ada, padahal ekstrakulikuler adalah wadah untuk mengembangkan minat dan bakat siswa. Saran Saran dari saya, pihak sekolah perlu memperhatikan ekstrakulikuler serta mendukung penuh demi perkembangan potensi siswa. 17. Jam Istirahat Terlalu Pendek Kritik Saya rasa jam istirahat sekolah ini sangat pendek tidak seperti sekolah pada umumnya. Hal tersebut membuat siswa sering kehabisan waktu untuk istirahat, membeli jajan ataupun makan. Saran Saran saya, sekolah perlu memperpanjang waktu istirahat, sehingga siswa memiliki waktu yang cukup untuk istirahat dan makan. 18. Tidak Ada Atribut Kenegaraan di Ruang Kelas Kritik Atribut kenegaraan berupa foto Lambang Garuda Pancasila, foto Presiden, dan foto Wakil Presiden tidak ada. Saran Sekolah perlu melengkapi atribut kenegaraan di tiap kelas yang berupa foto Lambang Garuda Pancasila, foto Presiden, dan foto Wakil Presiden. 19. Kondisi Kelas Sangat Tidak Layak Kritik Kondisi kelas X nama kelas di sekolah ini sangat tidak layak. Atap kelas terlihat bocor dan ada beberapa retakan di tembok-tembok kelas. Saran Saya harap pihak sekolah memperbaiki ruang kelas yang tidak layak digunakan atau memindahkan siswa di kelas tersebut ke ruangan lain yang lebih aman. 20. Tidak Ada Tempat Ibadah Kritik Di sekolah ini tidak ada mushola, sehingga siswa kesulitan untuk melakukan ibadah. Saran Sekolah perlu mengalokasikan dana untuk membangun tempat ibadah berupa mushola, sehingga siswa memiliki tempat yang layak untuk beribadah. 21. Bendera Upacara Perlu Diganti yang Baru Kritik Bendera upacara yang biasanya digunakan sudah terlihat kotor. Saran Saya rasa bendera upacara perlu diganti yang baru. 22. Kegiatan di Sekolah Sangat Jarang Kritik Sekolah X nama sekolah sangat jarang mengadakan kegiatan seperti peringatan hari besar, perlombaan, dan lain sebagainya. Saran Saran saya, sekolah perlu mengadakan lebih banyak kegiatan yang bermanfaat untuk memajukan sekolah. 23. Banyak Guru yang Kurang Mengikuti Perkembangan Teknologi Kritik Ada cukup banyak guru yang kurang mengikuti perkembangan teknologi, padahal perkembangan teknologi sangat penting dalam mendukung kegiatan belajar-mengajar. Saran Sekolah perlu memberi pelatihan kepada guru tentang perkembangan teknologi yang berguna dalam kegiatan belajar-mengajar. Salah satu yang terpenting adalah teknologi untuk melakukan kegiatan pembelajaran secara daring atau online. 24. Sanksi dari Sekolah Terlalu Keras Kritik Sanski yang diberikan oleh pihak sekolah terlalu keras, padahal pelanggaran yang dilakukan siswa bukan pelanggaran berat. Saran Saya berharap pihak sekolah tidak memberi sanksi terlalu keras terhadap siswa tidak melakukan pelanggaran berat. 25. Sekolah Perlu Menyediakan Fasilitas Loker Kritik Sekolah ini tidak menyediakan fasilitas berupa loker, padahal siswa sangat membutuhkannya untuk menyimpan barang dengan aman. Saran Saran dari saya, pihak sekolah perlu memberi fasilitas berupa loker bagi siswa untuk menjamin keamanan barang milik siswa. 26. Sekolah Perlu Menekankan Pendidikan Akhlak dan Adab Kesopanan Kritik Sekolah bukan hanya tempat untuk memberi pengetahuan kepada siswa, namun juga membangun akhlak dan adab siswa. Saran Sekolah perlu menekankan pelajaran dan materi yang berkaitan dengan akhlak, perilaku, serta adab kesopanan siswa. 27. Sekolah Terlalu Pagi Memulai Jam Masuk Kritik Sekolah ini terlalu pagi dalam memulai jam masuk sekolah, tidak seperti sekolah lain pada umumnya yang masuk jam 7 tepat. Saran Saran saya, pihak sekolah perlu mempertimbangkan jam masuk sesuai dengan sekolah pada umumnya. Sebab jam masuk yang terlalu pagi membuat siswa kesulitan berangkat tepat waktu. 28. Fasilitas Laboratorium Sekolah yang Kurang Memadai Kritik Lab di sekolah ini kurang lengkap fasilitas dan sarana-prasarananya. Padahal lab sangat penting untuk mendorong kemajuan riset ilmiah dan eksperimen yang dilakukan siswanya. Saran Saran saya, sekolah perlu mendukung kegiatan riset ilmiah siswanya dengan melengkapi fasilitas dan sarana di laboratorium sekolah. 29. Sekolah Kurang Mengapresiasi Siswa Pemenang Lomba Kritik Pihak sekolah kurang mengapresiasi siswa yang memenangkan lomba. Saran Saran saya, sekolah perlu memberi apresiasi terbaik bagi siswanya yang berprestasi, sehingga siswa merasa diperhatikan dan didukung pencapaiannya. 30. Keamanan Sekolah Kurang Kritik Di sekolah ini tidak ada pegawai keamanan yang bertugas malam menjaga sekolah. Padahal sekolah ini sangat besar dan memiliki banyak sekali barang yang harus dijaga. Saran Saya rasa, sekolah perlu membayar pegawai yang bertugas menjaga sekolah di malam hari, sehingga keamanan fasilitas serta barang-barang di sekolah terjamin. Penutup Itulah semua contoh kritik dan saran untuk sekolah yang berguna demi kemajuan sekolah. Kesimpulannya, kritik untuk sekolah harus berkaitan dengan apa yang kurang dari sekolah tersebut. Kemudian disertai juga dengan saran yang berisi solusi atas permasalahan yang dikritik.
Tahun ajaran 2021/2022, juga 2022/2023 ternyata meleset dari rencana kita semua, ya? Padahal sejak awal tahun ini Mas Mendikbudristek Nadiem Makarim “ngegas” untuk menggelar pembelajaran tatap daya. Corona di Indonesia semakin menggila sehingga pembelajaran online terpaksa harus dipilih sebagai opsi begitu, kita patut bersyukur bahwa sekarang pandemi sudah mulai menepi. Ya, walaupun saat ini kita masih terjebak dalam jeratan inflasi dan sedang berjuang untuk pulih, namun setiap siswa maupun sekolah dalam jenjang pendidikannya harus tetap seperti SD Islam terbaik di Duren Sawit Jakarta Timur, yaitu SDIT Ar-Rahmah Jakarta tetap konsisten membangun generasi shaleh, kreatif, mandiri, serta mendidik dengan kasih hal tersebut tidak jauh berbeda dengan pembelajaran daring. Katanya saja seru, katanya saja asyik belajar dengan teknologi, tapi nyatanya? Jenuh, suntuk, bosan, bahkan pembelajaran online penuh dengan kritik serta mendulang banyak saran baik untuk guru, dosen, siswa, hingga wali murid di rumah. Berikut ini kita hadirkan contohnya15 Contoh Kritik dan Saran Pembelajaran Online Tahun 2022Tanggal 2 Maret 2020 menjadi cikal bakal eksistensi corona sekaligus awal mula diterapkannya sistem pembelajaran itu, Pak Jokowi mengumumkan adanya WNI yang terkonfirmasi positif kemudian, keluarlah surat edaran Mendikbud sekaligus mengajak pembelajar di Bumi Pertiwi menutup sekolah untuk pertama kalinya sepanjang penuh kritik, kan? Tentu saja. Di sini bakal menyajikan total 15 contoh kritik sekaligus saran terhadap sistem pembelajaran daring online tahun Guru Masih Setengah Hati dalam Beradaptasi dengan TeknologiBenar. Tidak semua guru bisa cepat dalam beradaptasi menggunakan media pembelajaran kegiatan PJJ, banyak pula guru yang masih belum serius untuk belajar menggunakan aplikasi Zoom, Google Classroom, Powtoon, akun dan berbagai pilihan aplikasi belajar begini; guru yang sudah merasa senior lebih mendahulukan bahkan menyerahkan adaptasi teknologi kepada guru-guru muda. Akhirnya, guru muda malah yang dari itu, terkadang pula kegiatan pelatihan online yang selama ini digelar tidak tepat sasaran dan susah untuk diimplementasikan. Ya, itu karena hanya berorientasi kepada sertifikat untuk Guru dalam Pembelajaran OnlineTetap jadilah pembelajar sepanjang hayat. Guru perlu menyadari bahwa dirinya wajib meningkatkan kompetensi terutama untuk memudahkan implementasi pembelajaran di sini 9 Kompetensi Utama yang Wajib Dimiliki Guru Abad 21Dalam mengikuti seminar, workshop, serta pelatihan lainnya diharapkan lebih care dengan materi sekaligus implementasi. Sertifikat hanyalah sebatas apresiasi atau Tugas yang Diberikan kepada Siswa Terlalu MenumpukNah. Inilah yang sering kali menjadi problem utama. Kita bisa berkaca dengan survei KPAI pada tengah tahun 2020 total responden, direngkuh sebanyak 77,8% siswa mengeluh atas tugas yang menumpuk antarguru. Sedangkan 37,1% siswa mengkritik waktu pengumpulan tugas yang singkat. Saran untuk Guru yang Memberikan Tugas Menumpuk Ketika Pembelajaran DaringGuru perlu saling berkoordinasi dengan rekan sesama pengajar. Tugas yang terlampau banyak bakal menjadikan siswa semakin terbebani bahkan Baca Contoh Kritik dan Saran Kuliah Online3. Mahalnya Biaya Kuota InternetDari sejak lama, kita semua mungkin menyadari bahwa PJJ itu menghabiskan banyak kuota. Terkadang masalahnya sama, bahwa semakin kencang speed internet, semakin mahal pula biaya yang diterapkan oleh bahwa pemerintah sudah menghadirkan kuota gratis, tapi tetap saja bantuan itu masih belum sebaiknya tidak selalu menggunakan media pembelajaran online yang bakal menghabiskan banyak kuota seperti Zoom, Google Meet, dan YouTube. Gunakan pula media online lain atau diseiramakan dengan sistem pembelajaran guru kunjung. 4. Susahnya Mendapatkan Sinyal InternetHemm. Untuk hal yang satu ini rasanya sudah menjadi masalah besar nan akut. Terang saja, banyak pemberitaan miris yang kita temui di berbagai media arus dari siswa yang panjat pohon, menumpang di warung kopi, menaiki bukit, hingga sedih gegara tak mendapatkan sinyal untuk keperluan belajar pembelajaran yang “adil”, yaitu pembelajaran yang menyesuaikan dengan kebutuhan dan kesanggupan tak semua siswa bisa belajar online, maka hadirkan blended learning atau pun terapkan pula sistem luring. Panduannya bisa dibaca di Pedekate dengan Blended Learning dan Manfaatnya5. Sistem Pembelajaran Online hanya Memindahkan Tugas ke Media DigitalMasih banyak kita temui kasus yang seperti ini di lapangan. Bahwa beberapa guru masih sering hanya memotret tugas dari buku siswa, kemudian membagikannya via Whatsapp maupun sedih dengan hal tersebut, tambah lagi ketika jawabannya sudah tersedia di Google seperti di Perbaikan untuk Guru dalam Sistem Pembelajaran OnlineHadirkanlah soal atau tugas yang Higher Order Thinking Skills HOTS agar siswa mau berpikir kritis, sintesis, analitis, dan evaluatif. Jika soal dan tugas hanya memindahkan dari buku paket, maka Google pasti lebih Siswa Belum Sepenuhnya Mampu Belajar MandiriJangankan siswa, sebenarnya masih banyak orang yang terpontang-panting dalam melaksanakan kegiatan belajar Siswa kesulitan dalam mengontrol waktu, memanajemen pengerjaan tugas, serta konsisten untuk belajar online secara demikian, saran yang perlu dipertimbangkan adalah; orang tua dan guru wajib membimbing siswa bahkan menemani mereka untuk belajar online serta belajar daring dari Baca Cara Belajar Efektif dan Efisien di Rumah maupun di Sekolah7. Orang Tua Kurang Sabar dalam Membimbing SiswaSabar itu memang susah, apalagi ketika kita berkisah tentang kegiatan pembimbingan dari orang tua di rumah. Orang tua mungkin kaget karena sistem PJJ belum pernah ada di masa dari itu, diharapkan betul bagi orang tua agar lebih pengertian, lebih sabar, dan mau belajar terutama dalam membimbing Minimnya Variasi Metode Ajar dari GuruBelajar via Google Classroom, YouTube, hingga Zoom itu bisa dibilang sebagai metode pembelajaran yang kreatif? Belum tentu. Kita harus lirik pula bagaimana teknik guru hanyalah membagikan link YouTube dan videonya pun didapat dari orang lain tanpa ada panduan pembelajaran, itu sama saja. Belum bisa dikatakan lagi ketika banyak terdengar berita bahwa siswa menderita kebosanan selama belajar demikian, perlu dihadirkan variasi metode mengajar. Beda jenjang kelas, beda pula metode mengajar. Bahkan, metode mengajar yang sama untuk jenjang kelas yang sama belum tentu menghasilkan derajat keefektifan yang Penyaluran Kuota Internet yang Terkesan Tidak AdilMengapa dikatakan tidak adil? Karena di sebaik euforia pembelajaran daring, masih banyak pula siswa dan guru yang pontang-panting menerapkan pembelajaran dari mereka yang bisa menerapkan pembelajaran daring, namun terkendala karena tidak pernah mendapat asupan perbaikan untuk sistem pemberian kuota internetPemerintah jangan sepenuhnya menyerahkan kewajiban kepada sekolah dan operator. Koordinasi kepada disdik daerah juga perlu demikian dengan para pengawas. Semestinya masalah pemberian “kuota” yang belum adil bisa jadi pembahasan utama di meja rapat dinas Mas Mendikbud Jarang Melirik Sekolah 3T yang Menerapkan Sistem Sekolah ingat betul bahwa di awal-awal pemerintahannya, Mas Nadiem pernah menjanjikan akan menyalurkan gadget dan laptop ke sekolah 3T. Sekarang, entah mengapa berita itu tak terdengar diketahui, sekolah 3T sampai saat ini masih banyak yang kekurangan buku ajar, buku paket siswa, dan fasilitas pembelajaran utama lainnya. Hal ini semestinya menjadi ladang perbaikan bagi para pemangku kebijakan pendidikan agar lebih tidak? Maka kesenjangan pendidikan pusat dan daerah akan semakin Siswa Jenuh, Stres, Serta Menderita “Sakit” Secara PsikososialMengapa kok begitu? Iya, sejak belajar daring alias belajar online dari rumah, kegiatan sosial mereka jadi jarang bertemu banyak orang, siswa jarang menyapa rekan dan sahabatnya secara tatap muka, bahkan siswa lebih sering pedekate dengan media dibiarkan, siswa bakal menderita “sakit” secara psikososial. Maka dari itu, saran yang bisa ditempuh untuk meminimalkannya ialah dengan menerapkan sistem pembelajaran tatap tidak bisa, maka pembelajaran online yang kreatif, aktif, efektif, bermakna, dan menyenangkan perlu terus Beberapa Daerah di Indonesia Sering Mati LampuHal ini kerap kali menjadi masalah utama dalam pembelajaran dari rumah, terutama melalui televisi. Maka dari itulah pembelajaran via TVRI tidak selalu mendulang hanya belajar secara satu arah, dan ketika mati lampu, maka semuanya perbaikan yang rasanya bisa ditempuh adalah dengan menerapkan sistem guru kunjung, menggelar pembelajaran secara berkelompok sembari pemerintah mempercepat pemberian akses layanan listrik yang Tidak Semua Siswa Punya GadgetDalam aktivitas belajar online di rumah, perlu kita ketahui bersama bahwa tidak semua siswa punya ponsel kadang orang tua rela pinjam uang serta memeras keringat lebih banyak demi bisa membelikan pula, siswa rela meminjam smartphone atau berbagi penggunaan gadget dengan rekannya. Akibatnya? Jelas derajat pembelajaran online semakin tidak saran yang kiranya bisa segera diwujudkan adalah bantuan pemberian gadget, atau jika tidak begitu, maka hadirkanlah sistem pembelajaran lain yang tidak menggunakan Banyak Siswa yang “Sengaja” Tidak Mengumpulkan TugasIya, banyak sekali malahan. Bahkan ada siswa yang tidak naik kelas akibat terlampau malas mengerjakan tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari kurangnya perhatian belajar, menumpuknya tugas, serta susahnya siswa dalam memanajemen waktu pengerjaan bagaimana saran perbaikannya?Guru perlu lebih perhatian, orang tua perlu lebih sering memperhatikan geliat siswa di rumah, dan baik guru maupun orang tua perlu bersama-sama berkolaborasi untuk menghadirkan suasana rumah yang Sulitnya Menumbuhkan Karakter di era Pembelajaran OnlineSemakin bertambah tahun, rasanya kita sama-sama menyadari bahwa kegiatan penumbuhan karakter menjadi tantangan besar. Hal ini menjadi kritik yang luar biasa terkecuali di era pandemi. Sekarang ini malah banyak siswa yang dengan mudahnya melemparkan kata-kata kotor, sedangkan ucapan minta tolong, minta maaf, dan terima kasih banyak sedih, karena semua itu adalah cerminan karakter alias profil pelajar bagaimana saran terbaik?Lagi-lagi orang tua menjadi subjek kunci. Sedangkan untuk guru, mereka perlu menghadirkan tugas yang lebih mengarah kepada perwujudan perilaku dan sikap, bukan malah sekadar aspek kognitif.***Pada akhirnya, selalu ada kritik dan saran untuk sebuah sistem pembelajaran yang baru. Hal tersebut sungguh tiadalah kita benci dan kesal, melainkan inilah bentuk kepedulian bersama untuk kemajuan pendidikan di cukup sedih dengan statistik PISA yang mengarah kepada rendahnya tingkat literasi pembelajar di kompetensi pembelajar di tahun 2022 dan seterusnya perlu lebih ditingkatkan, dibiasakan, diperjuangan, diadaptasikan, dan diperhatikan secara lebih BacaŸ‰Ragam Kekurangan dan Kendala Belajar Online di Rumah Selama Pandemi [Didukung dengan Data, Fakta, dan Fenomena di Lapangan]Ÿ‰33 Contoh Pertanyaan Tentang Pembelajaran Daring Beserta Jawabannya
Tidak ada satu pun guru di dunia yang sempurna. Setiap guru pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Walaupun begitu, kita tetap harus berterima kasih atas jasa guru dalam mendidik anak bangsa. Seiring berkembangnya zaman, berkembang juga ilmu-ilmu dalam bidang pendidikan. Sebagai seorang pendidik, guru harus terus beradaptasi untuk mengatasi perubahan tersebut. Bukan hanya siswa yang belajar, tapi guru juga harus terus belajar dan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi peserta didiknya. Seringkali guru menerima kritik dan saran dari siswa atau orang tua. Kritik dan saran tersebut harus guru terima agar bisa menjadi pendidik yang berkualitas. Berikut Guraru rangkum 4 kritik dan saran yang sering guru terima beserta solusinya. Baca juga Strategi Penerapan dan Model Kepemimpinan Sekolah di Era Digital Beberapa Guru Masih Belum Mahir Menggunakan Teknologi Di era digital ini, teknologi berkembang sangat cepat. Guru harus sigap menghadapi hal ini salah satu caranya adalah dengan belajar menggunakan teknologi sebagai alat untuk kegiatan belajar mengajar. Pada awal pandemi COVID-19, semua kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah. Guru dan siswa menggunakan platform digital sebagai media ajar agar proses pembelajaran tetap berjalan lancar. Setelah pandemi mulai mereda dan siswa sudah diperbolehkan untuk belajar di sekolah, pembelajaran digital bukan berarti ditinggalkan. Pembelajaran digital terus dikembangkan karena mempunyai banyak manfaat salah satunya adalah siswa dapat mengakses sumber materi yang luas. Pembelajaran digital bisa berjalan lancar jika siswa dan guru cakap dalam menggunakan teknologi. Beberapa kritik dan saran mengatakan bahwa guru senior belum serius dalam mempelajari teknologi sebagai media ajar. Hal ini seharusnya dijadikan pelajaran bagi pihak sekolah untuk memberikan pelatihan kepada guru dalam menggunakan teknologi yang baik dan benar. Guru yang mahir menggunakan teknologi akan lebih mudah untuk mensukseskan pembelajaran digital sehingga pendidikan di Indonesia akan lebih maju dari sebelumnya. Soal yang Diberikan Sudah Tersebar di Internet Salah satu contoh kemajuan teknologi dalam bidang pendidikan adalah makin banyak soal-soal yang bisa siswa dapat melalui internet. Namun, terkadang hal ini menjadi buruk jika guru langsung mengunduh soal dari internet tanpa mengganti pertanyaan yang ada. Siswa akan dengan mudah mencari jawaban melalui internet tanpa harus berpikir dan berdiskusi terlebih dahulu. Hal ini akan membuat pembelajaran jadi tidak maksimal. Sebagai guru, Anda harus bijak dalam mengambil soal dari internet. Anda bisa jadikan soal yang ada di internet hanya sebagai panduan agar siswa bisa berpikir kritis atas permasalahan yang diberikan. Minimnya Variasi Metode Pembelajaran dari Guru Saat ini, sudah banyak variasi metode pembelajaran yang dirancang oleh para ilmuwan. Salah satu permasalahan yang muncul adalah guru terlalu nyaman menggunakan satu metode pembelajaran saja sehingga membuat siswa lebih cepat bosan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika guru menggunakan metode pembelajaran lain dalam kegiatan belajar mengajar. Menggunakan banyak metode pembelajaran mempunyai banyak keuntungan di antaranya dapat menumbuhkan semangat baru kepada siswa, mengetahui metode pembelajaran yang cocok pada tiap siswa, hingga mengoptimalkan tujuan pembelajaran. Guru bisa melakukan percobaan selama 1 – 2 minggu untuk melihat apakah metode pembelajaran yang baru cocok diterapkan atau tidak. Baca juga Indikator Keberhasilan Metode Pembelajaran Daring Bagi Guru Sulit Menumbuhkan Karakter Baik pada Siswa Semakin berkembangnya zaman, penumbuhan karakter menjadi tantangan besar bagi para pendidik. Saat ini, banyak siswa yang dengan mudahnya melemparkan kata-kata kotor, sedangkan kata minta tolong, minta maaf, dan terima kasih jarang diucapkan. Hal ini menjadi masalah yang sangat serius tidak hanya untuk guru, tapi juga orang tua. Guru dan orang tua harus bekerja sama dalam mendidik karakter yang baik sesuai dengan nilai moral yang ada. Selain didikan, guru dan orang tua juga harus bisa memberi sanksi yang tegas agar anak tidak mengulangi perbuatan yang tidak baik. Mendidik memang bukan suatu hal yang mudah, namun dengan disiplin dan cara yang tepat, guru serta orang tua pasti sukses untuk menumbuhkan karakter baik bagi anak bangsa. Demikian ringkasan mengenai kritik dan saran yang sering guru dapatkan beserta solusinya. Semoga guru di Indonesia bisa menjadi pendidik yang kreatif dan inovatif untuk menghasilkan pembelajaran yang berkualitas. Semangat guru Indonesia! Referensi
Contoh Saran untuk Guru – Dalam mengenyam dunia pendidikan, terkadang kita memiliki kritik yang mendalam kepada lembaga pendidikan maupun pendidik guru, entah itu karena pelayanan pendidikan yang kurang, fasilitas, atau cara mendidik yang tidak disukai. Kritik maupun saran yang disampaikan kepada guru seharusnya memiliki rangkaian kata yang sopan, jelas, dan lugas. Saran harus berisi sesuatu yang membangun, bersifat memperbaiki, serta sesuai dengan apa kekurangan dari cara mengajar yang disampaikan guru. Anda pastinya bingung jika ingin membuat atau menyampaikan saran untuk guru, nah pada kesempatan kali ini saya akan berbagi beberapa saran terbaik kepada guru, silahkan simak dan pilih sesuai dengan yang Anda inginkan. Saran Untuk Guru 1. Saran saya, Ibu Guru jangan terlalu membebani siswa dengan pekerjaan rumah yang terlalu banyak. 2. Saya berharap Guru Matematika mengulangi materi pembelajaran jika siswa belum benar-benar memahami rumus yang diajarkan. 3. Selama proses pembelajaran, saya harap Bapak Guru menyampaikan materi dengan cara yang mudah dipahami dan tidak membosankan. 4. Saran saya kepada Ibu Guru adalah akhiri jam pembelajaran tepat saat bel istirahat berbunyi, jangan melebihi bel istirahat karena siswa butuh waktu untuk menyegarkan otak. 5. Alangkah baiknya guru dapat menguasai metode pembelajaran yang modern mengikuti perkembangan dunia teknologi. 6. Saran saya, Guru harus memberi perhatian lebih kepada murid yang memiliki nilai rendah, agar murid tersebut dapat naik kelas. 7. Bapak Guru sudah menyampaikan materi pembelajaran dengan sangat baik, hanya saja terlalu banyak memberikan PR. 8. Saya memiliki saran supaya Ibu Guru selalu mengawasi kelas saat ulangan, jangan meninggalkan kelas untuk mencegah kecurangan yang dilakukan siswa. 9. Saran saya, Guru harus selalu memperhatikan muridnya dalam pembelajaran daring karena banyak murid yang suka beralasan tidak mengikuti pembelajaran daring. 10. Saran saya, Guru sebaiknya tidak berlebihan dalam melakukan pembelajaran online atau daring karena menghabiskan banyak kuota internet yang harganya mahal. 11. Saya harap Bapak Guru dapat memulai pembelajaran daring tepat pada waktunya. 12. Tolong kepada Ibu Guru supaya mengajarkan pembahasan soal-soal sebelum datang waktu ujian. 13. Sebagai wali kelas, guru harusnya peduli dengan murid yang selalu memperoleh nilai di bawah standar. 14. Seharusnya Ibu Guru tidak memberikan tugas yang terlalu banyak agar kita memiliki waktu istirahat di rumah. 15. Metode yang Ibu Guru gunakan dalam mengajar cukup membosankan, saran saya Ibu gunakan metode pembelajaran lain yang menyenangkan dan mudah dipahami. 16. Saya harap Ibu Guru menyampaikan materi pembelajaran disertai contoh atau praktik langsung supaya mudah dipahami. 17. Saran saya, Ibu Guru perlu mempertimbangkan dalam memberi PR untuk kita, karena jika terlalu banyak akan menguras waktu istirahat di rumah. 18. Saran saya, Bapak Guru harus masuk kelas tepat pada waktunya supaya murid tidak berisik di kelas dan mengganggu kelas lain. 19. Saran saya supaya Ibu Guru memberi pekerjaan rumah yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan. 20. Ibu Guru perlu lebih sabar dalam membimbing siswa yang mendapatkan nilai rendah. 21. Saran saya kepada Guru PPL supaya menyampaikan materi pembelajaran dengan metode yang lebih menyenangkan. 22. Saran saya kepada Guru Olahraga adalah perbanyak praktik daripada materi karena olahraga merupakan kegiatan fisik. 23. Saran saya kepada Guru Bahasa Inggris supaya sering menyampaikan pembelajaran menyenangkan seperti bernyanyi bahasa Inggris, bercerita bahasa Inggris, dan memutarkan film pembelajaran bahasa Inggris. 24. Saran saya kepada Guru Agama supaya menyampaikan materi pelajaran agama disertai dengan praktik seperti cara Sholat, Berwudhu, Tayamum, dan sebagainya. 24. Saran saya kepada Guru Sejarah supaya sering menyampaikan pembelajaran dengan bercerita sejarah. Penutup Nah itulah contoh saran untuk guru dalam mengajar yang bersifat memperbaiki, membangun, dan sesuai dengan apa yang kurang dalam proses mengajar yang disampaikan guru. Semoga artikel kali ini dapat bermanfaat, sekian.
kritik dan saran untuk guru tk